Friday, 26 September 2014

Cara membuat Playdough sendiri di Rumah

Bahan untuk PlayDough


Assalamua'laikum...wr..wb...
Wilujeng enjing...


Posting lagi setelah lama kaclep gak jelas hahah*mati gayak booo*... Baiklah, kali ini saya mau berbagi cara membuat palydough... itu lho mainan anak yang warnanya warna warni yang bisa dibentuk-bentuk sesuai karakter yang kita pengen. Pasti pada tau lha ya... Nah berikut adalah bahan dan cara membuat playdough, yang inspirasinya tentu saja hasil gugling sana sini, dan kemudian saya merumuskan..*cieeh gaya* resep adonannya sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan bahan yang saya miliki... o yah, sedikit tips, kalo pengen dough-nya beraroma lebih enak, sebaiknya memakai pasta dibanding pewarna makanan biasa...^^

Bahan yang diperlukan diantaranya:
Terigu sebanyak 250 gr
Garam halus sebanyak 100 gr
250-275 ml air
2 sdm minyak goreng
Pewarna makanan dan atau pasta warna-warni [saya pakai pewarna makanan cap koepoe-koepoe dan pasta strawberry + pasta pandan]

Alat :
Kompor 
panci [sebaiknya memakai yang anti lengket]
Sutil kayu
Baskom


Cara Membuat:
  • Seperti yang terlihat di gambar, pertama panaskan kompor, kemudian masukan air dan garam, aduk hingga rata, masukan minyak, aduk rata, kemudian masukan terigu, aduk rata.
  •  Aduk hingga terigu menggumpal, jaga agar api tidak terlalu besar, usahakan agar semua bahan tercampur rata.


Cara membuat Playdough


  • Aduk terus hingga adonan menjadi kalis, tidak lengket. Jika masih lengket, panaskan hingga benar-benar kalis. Matikan api, angin-anginkan hingga suhunya tidak terlalu panas.
  • Pindahkan adonan ke dalam baskom, kemudian uleni hingga rata, apabila masih panas, angin-anginkan dulu sebentar, lalu alasi tangan dengan plastik. Uleni hingga rata dan adonan terasa halus. Kemudian bagi adonan menjadi beberapa bagian, lalu warnai sesuai selera. Cara mencampurnya, masukan pewarna atau pasta ke dalam adonan, lalu uleni hingga warnanya homogen. [Maaf gak ada potonya, suseeh mak, soalnya tangan blepotan ama pewarna, sayang kalo nyiprat ke kamera heuheu...]


Hasil akhirnya seperti yang tampak di bawah ini...
Lumayan kan?

Warna coklat di dapat dari perpaduan pasta strawberi dan pasta pandan.
  
Playdough siap digunakan....!



Nah, bagaimana mommies, cukup mudah kan? Selamat berkreasi ya... semoga bermanfaat....


Salam,
Keiko's mom.



Sunday, 1 December 2013

A Simple Tab-case [again]


Assalamua'laikum...

Hari minggu yang mendung di Bandung... jadi kita di rumah aja gak kelayapan, padahal tadinya mau ke Taman Kupu-kupu... tapi karena satu dan lain hal, -salah satunya kondisi cuaca-, sementara, rencana jelong-jelongnya dicancel dulu dan milih selimutan di rumah aja sambil online...

Yah, baiklah, sekarang kita liat, apa lagi yang saya bikin dari barang bekas kali ini. Masih inget sama Fabric Android Tab Case yang pernah saya bikin beberapa waktu lalu? nah ini sisa potongan bajunya. Waktu itu saya cuma pakai baju bagian belakangnya aja, soalnya bagian depannya bercorak, nggak begitu bagus jadinya. Karena dibuang sayang, saya simpen aja sisa guntingan bagian depannya. Asalnya sih gak niat buat dibikin tab-case lagi. Tapi... duh gini nih kalo punya anak cewek yah, kadang suka ngiri-ngiri gitu deh kalo liat emaknya punya mainan lucu... langsung deh "diakuisisi".. 

"mami...ini punya aku yah, ini kan baju aku",
Kata Kirei, waktu ngeliat tab case yang kemarin itu. Terus saya bilang, 
"ini punya mami sayang, Kei mau dibikinin juga?"... 
"iya mam..." 
Nah malem itu juga saya langsung ngobrak ngabrik sisa bahan kemarin itu... kebetulan juga nemu boneka kecil yang kondisinya mengkhawatirkan mengingat bagian kepalanya terpenggal, akibat digigitin sama Aiko. Untunglah, masih bisa diperbaiki...


 Ini nih penampakan sebelum dan sesudah bonekanya diperbaki... saya kasih syal dari kain jeans, biar keliatan lebih manis....


Bahan yang kita butuhkan:
  • Kain Jeans dari baju bekas
  • benang dan  jarum/ mesin jahit
  • Boneka untuk hiasan [suka-suka sih..]
  • Renda atau kain bercorak untuk hiasan
  • Kancing dan pengaitnya





Pertama lepaskan dulu rendanya. Kemudian ukur panjang dan lebar tab punya kita. Kalo punya Kirei  ukurannya 7". Sisakan sekitar 1- 1,5 cm untuk jahitannya. 



Tempelkan kedua bahan kemudian jahit. Tentu biar rapih, jahitnya  dibalik yah, seperti digambar itu... Akan lebih rapi kalo pake mesin jahit. Cuma karena mesin jahit saya udah dibalikin ke rumah bumer, jadi saya jahit manual aja deh.



Ini hasilnya setelah dijahit. Kemudian di balik.  jadinya seperti gambar di sebelah kanan.



Sekarang kita pasang renda nya. Saya memakai rumple yang tadi dilepas dari bajunya Kirei. Cara masangnya liat digambar yah, saya susah jelasinnya. Abis itu, dipasang pengait buat kancing, tapi ingat sebelumnya coba masukan dulu tabnya ke dalam, untuk mengukur seberapa panjang pengait kancing yang kita butuhkan. Setelah itu, pasang kacingnya. Lalu pasangkan juga boneka atau aksesoris yang ingin kita tambahkan di bagian depan. Kemudian, pasang tali di samping. Beres deh...   



Kalo ini poto sebelum dan sesudah dipasang kancing. 


Lihat...! bonekanya ngintip....^^


Ini dia hasilnya... Kirei chan sukaa banget...



Mudah-mudahan bermanfaat ya temans....



Salam,
Keiko's mom.

Sunday, 24 November 2013

Menanam Daun Bawang Sendiri di Rumah



Assalamua'laikum, apa kabar teman?

Sebelumnya, saya mau cerita, saya tinggal di perumahan dengan pekarangan yang sempit sekali. Tapi itu bukan alasan buat mati gaya sama urusan berkebun. Solusinya tentu saja dengan cara menanam di dalam pot. Seperti daun bawang ini. Saya tanam dalam pot, dan cara ini tentu akan memudahkan saya mendapatkan daun bawang yang fresh saat memasak di dapur.

Iya.  Tau banget... daun bawang emang gak seberapa mahal, jadi pastinya emak-emak akan males banget buat nanem yang beginian. Tapi percayalah temans, kadang ada kalanya dikala kita mau memasak yang resepnya pake daun bawang, sementara persediaan di rumah habis, ke tukang sayur males, tentu kalo punya sendiri di pot, gak akan repot. Ini kadang suka kejadian lho sama saya... makanya setiap kali saya beli daun bawang, saya selalu menyimpan akarnya untuk ditanam kembali. 

Menanam daun bawang ini, sebenarnya gak perlu di pot juga. Maksudnya, kita bisa memanfaatkan apa aja yang ada, misalnya dari botol plastik bekas atau apa sajalah, yang penting bisa nampung tanah, cuma kebetulan aja di rumah saya punya beberapa pot yang nganggur, jadi saya isi dengan tanah dan ditanami daun bawang ini. Dan sebenarnya bukan cuma daun bawang yang bisa ditanam kembali seperti ini, bisa juga seledri yah....^^

Yang kita butuhkan adalah:
  • Pot, atau wadah apa saja terserah
  • Beberapa potong akar daun bawang
  • Tanah, baiknya sih dicampur pupuk organik


Pertama, potong daun bawang, sisa kan beberapa senti di atas akar. Kalo saya biasanya disimpan dulu di dekat tempat pencucian piring beberapa hari sampai keluar tunas, baru di tanam.


Lalu, sediakan tanahnya. Sehari sebelum di tanami, masukan tanah ke dalam pot, siram dengan air, lalu diamkan.



Besoknya kita akan mendapatkan tanah yang cukup lembab di bagian dalamnya.



Ambil akar daun bawang yang sudah bertunas, kemudian masukan tanam ke dalam tanah di dalam pot. Tutup sekeliling permukaan daun bawang, siram sedikit air. Udah deh... Siram setiap sehari sekali, dan tempatkan di tempat dengan sinar matahari yang cukup. Hasilnya, ini dia...



Kurus ya? heheh itu karena dicabut sama Aiko, si bungsu, lalu sisa-sisa akarnya saya tanam lagi, jadilah hasil daun bawangnya kurus...hihi lain kali saya kasih potonya yang subur dan gemuk lah...^^


Mudah-mudahan bermanfaat ya....



Salam,
Keiko's mom.